Minggu, 06 Januari 2013

Tugas


By: Tri Putra
Isna Abdul Aziz
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

A.     Pendidikan Islam Zaman Kerajaan Islam
1.      Berawal dari Kerajaan Samudera Pasai
Dilaporkan oleh Ibn Batutah dalam bukunya Rihlah Ibn Batutah bahwa ketika ia berkunjung ke Samudera Pasai pada tahun 1354 ia mengikuti raja mengadakan halaqah setelah jumat sampai waktu ashar. Dari keterangan itu diduga kerajaan Samudera Pasai ketika itu sudah merupakan pusat agama Islam dan tempat berkumpul ulama-ulama dari bebagai Negara Islam untuk berdiskusi tentang masalah-malah keagamaan dan keduniaan sekaligus.
Dengan demikian, Samudera Pasai merupakan tempat studi Islam yang paling tua dilakukan sebuah kerajaan. Sedangkan halaqah sudah dilakukan oleh pedagang-pedagang islam di pelabuhan-pelabuhan. Proses halaqah ajaran islam dikerajaaan islam diduga dilakukan di mesjid istana bagi anak-anak pembesar Negara., di mesjid-mesjid lain, mengaji dirumah-rumah guru dan surau-surau untuk masyarakat umum. Dari halaqah semacam itu keudian berkembang menjad lembaga pendidikan.

2.      Kerajaan Malaka
Setelah kerajaan samudera Pasai mengalami kemunduran di bidang politik munculah Kerajaan Malaka yang kemudian menjadi pusat politik. ketika Kerajaan Islam Malaka muncul menjadi pusat politik, maka berkembang juga pusat studi islam. Akan tetapi peran Samudera Pasai dalam bidang keilmuan agama karena seringnya kerajaan Malaka meminta bantuan fatwa pada ulama-ulama Samudera Pasai.
Mata pelajaran pendidikan yang diberikan di lembaga-lembaga pendidikan Islam dibagi menjadi dua tingkatan :
a.       Tingkat dasar terdiri atas pelajaran membaca, menulis, bahasa Arab, pengajian Alquran, dan ibadah praktis.
b.      Tigkat yang lbih tinggi dengan materi-materi ilmu fiqih, tasawuf, ilmu kalam dan lain sebagainya.
3.      Kerajaan Aceh Darussalam
Aceh hingga kini dikenal sebagai “serambi mekkah”. Karena kemajuan pesat lembaga pendidikan Islam. Dahulunya banyak ulama-ulama besar hadir yang belajar di kerajaan ini. yang kemudian berjasa mendirikan lembaga-lembaga pendidikan islam seperti dayah berkemang jadi semacam perguruan tinggi.  

B.     Pendidikan Islam pada Zaman Penjajahan
1.      Zaman Belanda
Awalnya pendidikan Islam dibiarkan saja tetap diajarkan, namun lambat laun mereka mengubah ajaran sedikit demi sedikit. Belanda mulai berusaha menghilangkan pengaruh islam, dimulai dari daerah yang dikuasai yaitu Yogya dan Surakarta. Setelah itu mereka menyingkirkan jabatan gubernur dan membinasakan organisasi-organisasi islam resmi.
Kemudian hadirlah sekolah-sekolah Belanda sebagai ganti pendidikan baru, namun hal ini menjadi perhatian besar para ulama dan santri karena pendidikan itu enjadi penitrasi kebudayaan barat yang akan melahirkan intelektual pribumi sekular dan menjadikan umat islam jauh dari agamanya.
VOC telah mendirikan sekolah pertama kali di Ambon pada tahun 1607. Tujuan dari didirikannya sekolah ini tidak lepas dari semangat keberagamaan orang-orang Belanda yang Protestan berhadapan dengan paham keagamaan Katolik yang dianut oleh Portugis.
Tujuan utama mendirikan sekolah-sekolah ini adalah untuk melenyapkan agama Katolik dengan menyebarkan Protestan.
Di Jakarta, sekolah pertama yang didirikan pada 1617, tahun 1636 sudah menjadi 3 sekolah. Tujuan sekolah ini didirikan untuk mencetak tenaga kerja yang komponen pada VOC.
JUMLAH GURU, SEKOLAH DAN MURID

No.
Lokasi
Guru
Sekolah
Murid
1
Ternate
5
2
54
2
Makyan
1
1
12
3
Batsyan
1
1
12
4
Celebes
7
6
220
5
Tagulanda
3
2
148
6
Syaw (kep. Sangir)
4
4
263
7
Sangir
12
11
319
8
Ciburuang (Kaburang=Kaburuan) di Kep. Talaud
1
2
29

Jumlah
34
29
1.057

Dalam bidang pendidikan agama pemerintah Hindia Belanda, mempunyai sikap netral terhadap pendidikan agama di sekolah-sekolah umum, ini dinyatakan dalam pasal 179 (2) I.S (Indische Staatsregeling) dan dalam beberapa ordonansi yang secara singkatnya sebagai berikut :
Pengajaran umum adalah netral, artinya bahwa pengajaran itu diberikan dengan menghormati keyakinan agama hanya boleh diluar jam sekolah.

2.      Zaman Jepang
Jepang menjajah Indonesia setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II pada tahun 1942 dengan semboyan Asia timur Raya atau Asia untuk Asia.
 Pada awalnya pemerintahan Jepang seolah-olah membela kepentingan Islam sebagai siasat untuk memenangkan perang. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia, pemerintah Jepang membolehkan didirikannya sekolah-sekolah agama dan pesantren-pesantren yang terbeba     s dari pengawasan Jepang. Padahal semua itu dilakukan agar kekuatan umat Islam dan nasionalis bisa diarahkan untuk kepentingan memenangkan perang yang dipimpin Jepang.
Namun pada kenyataannya pada zaman ini pendidikan mengalami penurunan dibandingkan dengan jajahan Hindia-belanda
Untuk memudahkan pengawasan dalam hal pendidikan pemerintah Jepang menetapkan bahwa sekolah dasar menjadi sekolah dasar enam tahun, namun ternyata hal tersebut menjadi keuntungan bagi Indonesia sendiri karena menghapuskan diskriminasi.

3.      Zaman Kemerdekaan
Setelah merdeka pendidikan Islam mulai mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu pendidikan agama disekolah juga mendapat tempat yang teratur, seksama dan penuh perhatian. Untuk itu terbentuklah Departement Agama pada tanggal 3 Desember 1946 yang bertugas mengurusi penyelenggaraan pendidikan agama di sekolah umum dan madrasah serta pesantren-pesantren.
Pendidikan islam setahap demi setahap mengalami kemajuan, pesantren juga dahulu menolak moderenitas sudah mulai beradaptasi dengan tuntutan zaman. Bahkan, kini pesantren mengadakan madrasah dan sekolah umum.
Sekolah agama, termasuk madrasah, diterapkan sebagai model dan sumber pendidikan Nasional yang berdasarkan Undang Undang Dasar 1945.
Berikut beberapa tingkatan sekolah agama yang sistemnya sama dngan sekolah-sekolah umum.
a.       Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) setingkat SD lama belajar selama 6 tahun
b.      Madrasah Tsanawiayah Negeri (MTsN) setingkat SMP lama belajar 3 tahun
c.       Madrasah Aliyah Negeri (MAN) setingkat SMA lama belajar 3 tahun
Perkembangan pendidikan Islam terus berkembang dan meningkat hal ini dengan hadirnya juga Perguruan Tinggi Islam. Hingga kini kita dapat menikmati pendidikan Islam di Indonesia dengan berbagai macam—macam lembaga dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar