By: Tri Putra
Isna Abdul Aziz
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
A.
Pendidikan Islam Zaman Kerajaan Islam
1. Berawal dari Kerajaan
Samudera Pasai
Dilaporkan
oleh Ibn Batutah dalam bukunya Rihlah Ibn Batutah bahwa ketika ia
berkunjung ke Samudera Pasai pada tahun 1354 ia mengikuti raja mengadakan halaqah
setelah jumat sampai waktu ashar. Dari keterangan itu diduga kerajaan Samudera
Pasai ketika itu sudah merupakan pusat agama Islam dan tempat berkumpul
ulama-ulama dari bebagai Negara Islam untuk berdiskusi tentang masalah-malah
keagamaan dan keduniaan sekaligus.
Dengan
demikian, Samudera Pasai merupakan tempat studi Islam yang paling tua dilakukan
sebuah kerajaan. Sedangkan halaqah sudah dilakukan oleh
pedagang-pedagang islam di pelabuhan-pelabuhan. Proses halaqah ajaran
islam dikerajaaan islam diduga dilakukan di mesjid istana bagi anak-anak
pembesar Negara., di mesjid-mesjid lain, mengaji dirumah-rumah guru dan
surau-surau untuk masyarakat umum. Dari halaqah semacam itu keudian
berkembang menjad lembaga pendidikan.
2. Kerajaan Malaka
Setelah
kerajaan samudera Pasai mengalami kemunduran di bidang politik munculah
Kerajaan Malaka yang kemudian menjadi pusat politik. ketika Kerajaan Islam
Malaka muncul menjadi pusat politik, maka berkembang juga pusat studi islam.
Akan tetapi peran Samudera Pasai dalam bidang keilmuan agama karena seringnya
kerajaan Malaka meminta bantuan fatwa pada ulama-ulama Samudera Pasai.
Mata
pelajaran pendidikan yang diberikan di lembaga-lembaga pendidikan Islam dibagi
menjadi dua tingkatan :
a. Tingkat dasar terdiri atas
pelajaran membaca, menulis, bahasa Arab, pengajian Alquran, dan ibadah praktis.
b. Tigkat yang lbih tinggi
dengan materi-materi ilmu fiqih, tasawuf, ilmu kalam dan lain sebagainya.
3. Kerajaan Aceh Darussalam
Aceh
hingga kini dikenal sebagai “serambi mekkah”. Karena kemajuan pesat lembaga
pendidikan Islam. Dahulunya banyak ulama-ulama besar hadir yang belajar di
kerajaan ini. yang kemudian berjasa mendirikan lembaga-lembaga pendidikan islam
seperti dayah berkemang jadi semacam perguruan tinggi.
B. Pendidikan Islam pada Zaman
Penjajahan
1. Zaman Belanda
Awalnya
pendidikan Islam dibiarkan saja tetap diajarkan, namun lambat laun mereka
mengubah ajaran sedikit demi sedikit. Belanda mulai berusaha menghilangkan
pengaruh islam, dimulai dari daerah yang dikuasai yaitu Yogya dan Surakarta.
Setelah itu mereka menyingkirkan jabatan gubernur dan membinasakan
organisasi-organisasi islam resmi.
Kemudian
hadirlah sekolah-sekolah Belanda sebagai ganti pendidikan baru, namun hal ini
menjadi perhatian besar para ulama dan santri karena pendidikan itu enjadi
penitrasi kebudayaan barat yang akan melahirkan intelektual pribumi sekular dan
menjadikan umat islam jauh dari agamanya.
VOC telah mendirikan sekolah pertama kali di Ambon pada
tahun 1607. Tujuan dari didirikannya sekolah ini tidak lepas dari semangat
keberagamaan orang-orang Belanda yang Protestan berhadapan dengan paham
keagamaan Katolik yang dianut oleh Portugis.
Tujuan utama mendirikan sekolah-sekolah ini adalah untuk
melenyapkan agama Katolik dengan menyebarkan Protestan.
Di
Jakarta, sekolah pertama yang didirikan pada 1617, tahun
1636 sudah menjadi 3 sekolah. Tujuan sekolah ini didirikan untuk mencetak
tenaga kerja yang komponen pada VOC.
JUMLAH GURU, SEKOLAH DAN MURID
|
No.
|
Lokasi
|
Guru
|
Sekolah
|
Murid
|
|
1
|
Ternate
|
5
|
2
|
54
|
|
2
|
Makyan
|
1
|
1
|
12
|
|
3
|
Batsyan
|
1
|
1
|
12
|
|
4
|
Celebes
|
7
|
6
|
220
|
|
5
|
Tagulanda
|
3
|
2
|
148
|
|
6
|
Syaw
(kep. Sangir)
|
4
|
4
|
263
|
|
7
|
Sangir
|
12
|
11
|
319
|
|
8
|
Ciburuang
(Kaburang=Kaburuan) di Kep. Talaud
|
1
|
2
|
29
|
|
Jumlah
|
34
|
29
|
1.057
|
Dalam bidang pendidikan agama pemerintah Hindia Belanda,
mempunyai sikap netral terhadap pendidikan agama di sekolah-sekolah umum, ini
dinyatakan dalam pasal 179 (2) I.S (Indische Staatsregeling) dan dalam
beberapa ordonansi yang secara singkatnya sebagai berikut :
Pengajaran umum adalah netral, artinya bahwa pengajaran
itu diberikan dengan menghormati keyakinan agama hanya boleh diluar jam
sekolah.
2. Zaman Jepang
Jepang
menjajah Indonesia setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Dunia II pada tahun
1942 dengan semboyan Asia timur Raya atau Asia untuk Asia.
Pada awalnya pemerintahan Jepang seolah-olah
membela kepentingan Islam sebagai siasat untuk memenangkan perang. Untuk
menarik perhatian rakyat Indonesia, pemerintah Jepang membolehkan didirikannya
sekolah-sekolah agama dan pesantren-pesantren yang terbeba s dari pengawasan Jepang. Padahal semua itu
dilakukan agar kekuatan umat Islam dan nasionalis bisa diarahkan untuk
kepentingan memenangkan perang yang dipimpin Jepang.
Namun
pada kenyataannya pada zaman ini pendidikan mengalami penurunan dibandingkan dengan
jajahan Hindia-belanda
Untuk
memudahkan pengawasan dalam hal pendidikan pemerintah Jepang menetapkan bahwa
sekolah dasar menjadi sekolah dasar enam tahun, namun ternyata hal tersebut
menjadi keuntungan bagi Indonesia sendiri karena menghapuskan diskriminasi.
3. Zaman Kemerdekaan
Setelah
merdeka pendidikan Islam mulai mendapat kedudukan yang sangat penting dalam sistem
pendidikan nasional. Selain itu pendidikan agama disekolah juga mendapat tempat
yang teratur, seksama dan penuh perhatian. Untuk itu terbentuklah Departement Agama
pada tanggal 3 Desember 1946 yang bertugas mengurusi penyelenggaraan pendidikan
agama di sekolah umum dan madrasah serta pesantren-pesantren.
Pendidikan
islam setahap demi setahap mengalami kemajuan, pesantren juga dahulu menolak
moderenitas sudah mulai beradaptasi dengan tuntutan zaman. Bahkan, kini pesantren
mengadakan madrasah dan sekolah umum.
Sekolah
agama, termasuk madrasah, diterapkan sebagai model dan sumber pendidikan
Nasional yang berdasarkan Undang Undang Dasar 1945.
Berikut
beberapa tingkatan sekolah agama yang sistemnya sama dngan sekolah-sekolah
umum.
a. Madrasah Ibtidaiyah Negeri
(MIN) setingkat SD lama belajar selama 6 tahun
b. Madrasah Tsanawiayah Negeri
(MTsN) setingkat SMP lama belajar 3 tahun
c. Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
setingkat SMA lama belajar 3 tahun
Perkembangan
pendidikan Islam terus berkembang dan meningkat hal ini dengan hadirnya juga
Perguruan Tinggi Islam. Hingga kini kita dapat menikmati pendidikan Islam di
Indonesia dengan berbagai macam—macam lembaga dari sekolah dasar hingga ke
perguruan tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar